Jumat, 21 Oktober 2016

Salah Paham Gara-gara Bahasa

Curhat seorang teman padaku. Komunikasi yang salah membuat kita sering berprasangka yang bukan-bukan. Kadang kala bisa dendam seumur hidup karena kebodohannya sendiri. Si Rafi anaknya agak bodoh. Gara-gara kesalahan bahasa.

“Mampirlah di pondok kami!” jawab Lamsir pada tamu. Mendengar basa-basi ini membuat Fadli tersinggung berat dan sering diingat-ingatnya terus. Kutanya sama Fadli kenapa kamu tersinggung berat aku balik bertanya. Diceritakannya ulang perkataan si Lamsir. Lamsir sebagai orang yang bijaksana cukup paham kebodohan kadangkala membuat orang salah menterjemah. Mungkin bagi Lamsir itu hanya bahasa basa-basi tetapi bagi Fadli suatu penghinaan berat rumahnya dianggap pondok. Kujelaskan kalo itu hanya basa-basi tetapi dia tetap tersinggung. Sebagai orang yang bijaksana kita cukup memahami kebodohannya.

Suatu waktu aku pernah juga pernah dengar curhat Meli di kantor. Karena dia pernah dituduh maling oleh temannya sekantor akhirnya ketika temannya bercerita mengenai gosip PNS dan tukang tani.

“Enak nian jadi PNS dak, ‘kerja dak kerja gajian masuk’, bagi Herman sebagai dosen PNS di sebuah perguruan tinggi merasa terganggu juga karena mereka sering mencuri waktu bekerja sambil berkebun. Ketika curhat di kantor diterjadilah percakapan ini.

“Bapak ini benar-benar sering digosipkan sering mencuri waktu. Bagi Madya yang karyawan honorer ini yang divonis mencuri barang-barang kantor menyebabkan tersinggung berat sampai temannya bingung kenapa dia tidak sebaik dulu.

Dua pengalaman ini, bahasa itu tidak selalu dan semua orang mengerti tergantung siapa lawan bicara kita. Penggunaan bahasa sering menjadi gap diantara seseorang. Tetapi, bagi saya mendengar cerita ini akhirnya menyimpulkan bahasa itu memang kadangkalah menjadi masalah jika salah penggunaannya. Sebagai orang yang belajar bijaksana akhirnya saya menyadari bahwa tingkat bahasa dan penggunaannya sering menjadi salah arti. Gunakanlah bahasa sesuai dengan tempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar